Media & Informasi
Armada Trans Jogja Ditambah, Pendapatan Ditarget Rp28 Miliar
PT.Jogja Tugu Trans (JTT), salah satu operator Trans Jogja secara bertahap mulai meremajakan sejumlah armada. Sebanyak 15 dari total 29 armada selesai diremajakan dan akan mulai dioperasionalkan pada September besok.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Trans Jogja, Sumaryoto menambahkan sampai akhir tahun ini ditargetkan ada 40 halte portabel yang disediakan.
“Sekarang baru kami tambah 20 halte portabel, tinggal 20 lagi,” kata dia pada peresmiann 15 bus baru di Pool Trans Jogja di Jalan Jogja-Wonosari KM 4,5 Banguntapan, Bantul, Rabu (30/8/2017).
Ia menambahkan dengan adanya tambahan armada baru diharapkan dapat meningkatkan tingkat keterisian Trans Jogja. Meski Trans Jogja bukan angkutan mencari keuntungan, namun pihaknya menargetkan pendapatan dari Trans Jogja sebesar Rp28 miliar.
Potensi pendapatan terbesar ada di jalur-jalur khusus seperti jalur 1A Prambanan, 1B Bandara, dan jalur 2A Termina Jombor. Sementara jalur baru seperti 5A, 5B, 6A, 6B, dan jalur tujuh, kata Sumaryoto, tingkat keterisian masih dibawah 15 ersen.
“Pendapatan tahun lalu Rp21 miliar terpenuhi, tahun ini pasti terpenuhi,” ucap dia.
Sumber : dev.dishub.jogjaprov.go.id
Postingan Terkait
Baca Juga Postingan Lainnya
Sri Sultan HB X Lantik Dewan Direksi Baru PT AMI, Ditantang Tingkatkan PAD DI Yogyakarta
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik jajaran Dewan Direksi PT Anindya Mitra Internasional (AMI) periode 2023-2028 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (9/11/2023).
Tantangan pun diberikan Sultan pada jajaran direksi PT AMI yang baru, yakni meningkatkan laba bersih dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DIY.
Sekadar informasi, total aset PT AMI pada tahun 2022 mencapai Rp 55,26 Miliar dengan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,57 Miliar.
Salah satu BUMD milik Pemda DIY ini, memiliki dewan direksi baru, sebagai bentuk Organizational Recharge.
Berdasarkan SK Gub. No. 369/KEP/2023, Priyatno Bambang Hernowo menduduki posisi Direktur Utama, TM. Fuad Hassan sebagai Direktur Keuangan, dan Suryo Albar sebagai Direktur Operasional.
Mereka dipilih berdasarkan fit and proper test, melalui pencermatan dari aspek-aspek profesionalisme dan kompetensi, serta penjabaran visi-misi ke dalam strategic planning dan langkah-langkah operasional.
Sri Sultan mengatakan, Dewan Direksi PT AMI yang menjabat melalui lelang terbuka tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai laba.
Peningkatan laba tersebut, dapat diupayakan dengan optimalisasi berbagai aset yang dimiliki PT. AMI, antara lain Hotel Jogja Loman (Ex Prime Plaza), sebagian Hotel Maliabara, Kawasan Telogo Putri, Taman Bermain Kaliurang, Villa-Villa Di Kaliurang, Ex-Sagan Resto, Bangunan Mirota Batik, dan beberapa aset tanah atau bangunan gedung lainnya.
“Jajaran Direksi diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi produk, meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta upaya lain yang sekiranya diperlukan untuk menjaga kesehatan ekonomi PT AMI,” kata Sultan.
Pasca pelantikan ini, Sri Sultan mengharuskan jajaran direksi bergerak cepat untuk merumuskan tata hubungan kerja organ perseroan, menyusun rencana bisnis, menyusun rencana kerja perusahaan dan mempersiapkan kerjasama dengan mitra-mitra potensialnya. Semua itu, harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Hal ini perlu dilakukan, mengingat, PT AMI yang merupakan BUMD Pemda DIY yang sejak tahun 1987 telah menjadi gabungan beberapa Perusahaan Daerah.
Unit bisnis PT AMI meliputi realty, transportasi, pariwisata, percetakan, air minum dan pertambangan. Tentunya kesemuanya ini adalah ujung tombak pelayanan pada kebutuhan primer masyarakat.
Usia dilantik, Priyatno menjabarkan, sesuai dengan arahan Sri Sultan, ia dan tim berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada warga DIY. Selain itu, alam sisi ekonomi, dapat pula meningkatkan PAD.
Menurutnya, dengan masuknya Dewan Direksi baru ini, PT AMI memiliki capacity development internal, untuk meningkatkan performanya.
“Kami akan menjalankan pesan-pesan beliau (Sri Sultan) sehingga korporasi ini akan lebih baik lagi dalam hal kinerjanya. Kinerja yang utama yaitu pelayanan, kemudian aspek bisnisnya, sisi laba, sisi aset dan PAD,” ujar Priyatno.
Disinggung mengenai operasional Trans Jogja, Priyatno mengatakan, unit tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.
Trans Jogja berupaya memberikan layanan transportasi sebaik-baiknya, dengan 128 armada.
“Dari sisi operasional kami memang harus meningkatkan kinerja dari trans Jogja sehingga ultimate-nya adalah load factornya akan naik,” ungkap Priyatno.
Ditanya mengenai kemungkinan untuk menambah rute terkait dengan Sumbu FIlosofi, Priyatno mengaku belum menemukan urgensi akan hal tersebut. Apalagi mengingat armada saat ini masih belum memungkinkan untuk menambah rute.
“Armada saat ini kami pakai yang lama, jadi masih ada sekitar 7 tahun. Dari sisi maintenance-nya harus lebih baik agar kinerjanya bisa tetap maksimal. Itu dulu yang kami dahulukan,” tutup Priyatno. (Han)
Sumber : jogja.tribunnews.com
25 Bus Trans Jogja Diremajakan
PT Jogja Tugu Trans (JTT) meluncurkan 25 unit bus Trans Jogja yang telah dilakukan peremajaan di Grand Rohan Yogyakarta, Senin (25/09/2023) malam. Peremajaan 25 unit bus Trans Jogja yang akan beroperasional pada 1 Oktober 2023 ini sebagai salah satu upaya meningkatkan daya tarik masyarakat untuk naik angkutan umum dengan tarif yang murah.
Direktur Utama (Dirut) PT JTT Agus Andrianto mengatakan sesuai arahan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, sebanyak 25 bus yang telah dilakukan peremajaan ini akan mulai beroperasi pada 1 Oktober 2023. Melalui peremajaan armada bus Trans Jogja ini bisa semakin meningkatkan layanan dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk naik angkutan umum.
"Tarif yang ditawarkan Trans Jogja pun masih sangat terjangkau, yaitu Rp3.600 per penumpang untuk tarif reguler berkeliling di DIY, tarif khusus Rp2.700 bagi penumpang yang berlangganan dan Rp 60 untuk pelajar. Bus Trans Jogja pun telah melayani berbagai rute di area Yogyakarta, Sleman dan Bantul," kata Agus usai peluncuran peremajaan 25 unit bus Trans Jogja.
Agus menyampaikan tingkat keterisian penumpang atau load factor bus Trans Jogja pada beberapa jalur tertentu sudah lebih dari 50 persen. Selain itu, masih banyak yang di bawah persentase tersebut. Untuk itu, diharapkan melalui dorongan pemerintah, minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik semakin meningkat.
"Dari 60 armada yang dimiliki PT JTT seluruhnya masih laik jalan. Paling tua 2017, masih laik jalan dan sesuai SK yang berlaku untuk peremajaan angkutan umum setidaknya perlu waktu 7 tahun. Pasti akan peremajaan lagi, kita tunggu perintah Dishub," tandas Mantan Ketua DPD Organda DIY tersebut.
Plh Kepala Dishub DIY Sumariyoto juga memberikan dan menaruh harapan yang cukup besar dengan peremajaan bus Trans Jogja. Peremajaan bus Trans Jogja tersebut bisa meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik dengan aman dan nyaman. Hal ini guna mewujudkan rencana strategis Dishub DIY yang telah menetapkan tujuan mewujudkan jalan berkeselamatan berbasis angkutan umum.
"Semua perlu dukungan berbagai pihak dalam rangka mendorong masyarakat tertarik menggunakan angkutan umum. Ini momentum luar biasa meningkatkan daya tarik masyarakat dengan hadirnya bus baru sebanyak 25 unit. Mudah-mudahan jadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat," ungkapnya.
Sumariyoto berharap jumlah penumpang senakin meningkat karena tidak lepas karena saat ini beberapa jalur belum tinggi jumlah penumpangnya. Meski begitu beberapa rute juga terbilang tinggi.
Jalur baru Palbapang yang cukup menjadi daya tarik dengan rata-rata penumpang per hari bisa mencapai 2.200. Selain itu rute menuju destinasi wisata seperti Malioboro masih menjadi daya tarik.Minat masyarakat untuk gunakan Trans Jogja akan semakin banyak mewujudkan jalan berkeselamatan dengan angkutan umum.
"Perjalanan cukup panjang telah dilakukan Trans Jogja guna memenuhi amanat Undang-undang bahwa TJ tanggung jawab pemerintah. Sebanyak 24 unit bus Trans Jogja yang diremajakan ini berasal dari Kemenhub 2015," pungkas Sumariyoto. (Ira)
Sumber : krjogja.com
TransJogja dan PT AMI Adakan Lomba TransJogja 2025
TransJogja bersama PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI), Pengelola Trans Jogja, mengadakan tiga kompetisi yakni Lomba Logo&Tagline dan Lomba Jingle bertajuk Lomba TransJogja 2025. Melalui tema “Transportasi Publik, Solusi Keberlanjutan”, hasil karya dari peserta lomba diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk memilih TransJogja sebagai pilihan utama dalam mobilitas sehari-hari yang mendukung keberlanjutan.
Lomba TransJogja 2025 ini juga diadakan dalam rangka menyambut HUT PT AMI ke-38 tahun & HUT TransJogja ke-17 tahun, dengan periode lomba 23 Januari 2025 – 18 Februari 2025.
Tunjukan kreativitas dan inovasi kalian sekarang dengan ikut Lomba TransJogja 2025 dan menangkan total hadiah jutaan rupiah!
Detail lomba dapat diakses melalui link berikut Link Info Lomba TJI 2025 atau link di bio akun @transjogja_official

PT AMI Bersinergi Luncurkan Jogja Travel Pass sebagai Inovasi Layanan Transportasi Terintegrasi di Yogyakarta
Yogyakarta — PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI) bersama Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY), PT Nusantara Global Inovasi (PT NGI), dan PT Lentera Inovasi Teknologi (PT LAIT) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus Launching Jogja Travel Pass pada Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Halte Park and Ride Adisucipto.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi di Yogyakarta, sekaligus menegaskan komitmen lintas lembaga dalam menghadirkan layanan mobilitas yang lebih mudah, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam rangkaian acara tersebut, disampaikan pula penjelasan mengenai produk LAIT (Layanan Angkutan Integrasi Transportasi) yang dikembangkan sebagai solusi integrasi layanan transportasi publik. Di wilayah Yogyakarta, produk LAIT ini diberi nama Jogja Travel Pass, yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses transportasi melalui satu sistem terpadu.
Jogja Travel Pass diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan nyaman, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Melalui sistem ini, pengguna dapat mengakses layanan transportasi publik secara terintegrasi, sehingga mendorong penggunaan angkutan umum yang lebih luas dan berkelanjutan.
Acara launching ditandai dengan penandatanganan PKS oleh para pihak yang terlibat, yaitu Direktur Utama PT AMI, Bapak Priyatno Bambang Hernowo; Direktur Utama PT Lentera Inovasi Teknologi, Bapak Sufyan Shauri; serta Direktur Utama PT NGI, Bapak Agung Trianto Nugroho. Penandatanganan tersebut turut didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ibu Chrestina Erni Widyastuti, sebagai bentuk dukungan dan pengawasan dari pemerintah daerah terhadap implementasi kerja sama ini.
Sementara itu, Dishub DIY menyambut baik peluncuran Jogja Travel Pass sebagai langkah strategis dalam mendorong penggunaan transportasi publik dan mendukung kebijakan pengurangan kemacetan serta emisi di wilayah perkotaan. Integrasi layanan transportasi melalui satu sistem dinilai akan memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan daya tarik angkutan umum di Yogyakarta.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara kemudian dilanjutkan dengan pengalaman langsung menggunakan layanan transportasi publik, yaitu naik bus Trans Jogja. Rombongan peserta memulai perjalanan dari Park and Ride Maguwo, yang merupakan salah satu simpul transportasi strategis di Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi simbol implementasi nyata dari konsep integrasi transportasi yang diusung melalui Jogja Travel Pass.
Park and Ride Maguwo dipilih sebagai titik keberangkatan karena perannya yang penting dalam mendukung peralihan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Melalui pemanfaatan simpul transportasi ini, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien.
Ke depannya, Jogja Travel Pass akan terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak layanan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pengembangan pariwisata di Yogyakarta.
